China Batasi Main Game, Tencent Akan Rugi Rp295 Triliun

China Batasi Main Game, Tencent Akan Rugi Rp295 Triliun - Rencana regulator China untuk memberi batas waktu bermain video game online baru akan meminimalisir US$20 miliar dari nilai pasar Tencent Holdings. Jika dirupiahkan, nilai tersebut menjangkau Rp295 triliun.


Rencana ini pun menambah kekhawatiran atas risiko ketentuan yang dihadapi perusahaan China, di mana menjadi pasar nomor 1 dunia guna game seluler.

Dilansir dari Reuters, Departemen Pendidikan China menuliskan pada Kamis, (30/8), regulator mesti mengambil langkah-langkah untuk memberi batas jumlah waktu yang anak muda habiskan saat bermain game dan menjelajahi sistem yang cocok usia guna pemain.

Pembatasan ialah tantangan teranyar untuk memukul Tencent, operator game terbesar di China. Padahal baru mula bulan Agustus ini, persetujuan game baru mereka tetap dibekukan sampai-sampai berimbas pada laba kuartalan perusahaan. Penurunan ini dinilai terbesar dalam nyaris 13 tahun terakhir.

Hasil membuat kecewa datang sehari sesudah investor mengurungkan sekitar US$15 miliar dari nilai pasarnya sebab pemberitaan regulator Cina sudah memblokirnya dari rencana game blockbuster-nya, "Monster Hunter: World".

Saham Tencent, yang mempunyai nilai pasar selama HK$3,25 triliun (US$414,12 miliar), anjlok sampai 5,3 persen, memimpin penurunan di perusahaan video game China.

Tencent sudah kehilangan senilai US$164 miliar dalam nilai pasar dari puncaknya pada bulan Januari, khususnya pada ketidakpastian peraturan, dan sekarang mengikuti saingan berat Alibaba Group guna menjadi perusahaan terbesar kedua di Asia menurut kapitalisasi pasar.

Instruksi regulasi teranyar Beijing dimasukkan dalam dokumen yang diterbitkan di website web kementerian edukasi yang menguraikan bagaimana China bakal menanggapi tingkat miopia yang semakin memburuk, atau rabun dekat, di kalangan anak muda.

Dokumen tersebut juga meminta orang tua untuk memberi batas jumlah waktu yang dikurangi anak-anak mereka memakai telepon seluler dan perlengkapan elektronik lainnya, dan merekomendasikan anak-anak untuk mengurangi lebih dari satu jam di luar lokasi tinggal setiap hari.

Analis mengatakan, sementara ketentuan yang berlebih dapat menyerahkan tekanan pada saham yang berhubungan dengan permainan, mereka memperkirakan developer top akan tidak cukup terpengaruh.

"Kami bercita-cita para developer terkemuka guna menunjukkan keawetan relatif dengan memperpanjang siklus hidup waralaba permainan yang terdapat dan memperluas kehadiran di luar negeri," kata Jefferies dalam sebuah daftar penelitian.

Diperkirakan Tencent menyumbang 42 persen pangsa pasar game seluler China pada tahun 2017.

Sekian artikel saya tentang China Batasi Main Game, Tencent Akan Rugi Rp295 Triliun semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "China Batasi Main Game, Tencent Akan Rugi Rp295 Triliun"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel