Penggugat Facebook Colek Kedubes Inggris karena SIdang Ditunda

Penggugat Facebook Colek Kedubes Inggris karena SIdang Ditunda - Penggugat dalam sidang gugatan kasus sangkaan kebocoran data 1,09 juta pemakai Facebook di Indonesia mengemukakan surat permohonan guna ke Kedutaan Besar Inggris di Indonesia guna menghadirkan sejumlah saksi kunci dalam persidangan permasalahan Facebook di Indonesia.


"Kami meminta pertolongan Inggris supaya bersangkutan kebocoran dan penyalah gunaan data individu Facebook ini tidak bisa mengorbankan asas transparansi, keadilan, dan kepatuhan hukum Indonesia," tambah Jemy, lewat pesan singkat, Kamis (23/8).

Kuasa hukum ICT Institute (IDICTI) & Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia (LPPMII) Jemy Tommy mengungkap permintaan ini diciptakan untuk menghadirkan perwakilan komisi informasi (ICO) Inggris.

Di samping itu, dipanggil pun mantan Direktur Pengembangan Bisnis Cambridge Analytica, Brittany Kaiser, dan Akademisi Universitas Cambridge, Aleksandr Kogan. Hal ini tertulis dalam surat yang ditujukan untuk Duta Besar Kerajaan Inggris guna Indonesia.

Jemy menuliskan perwakilan dari ICO butuh ikut dipanggil, sebab lembaga tersebut sangat pro aktif dalam mengerjakan investigasi. Jemy menuliskan ICO sendiri sekitar 14 bulan melakukan penyelidikan bersangkutan sangkaan kebocoran dan penyalahgunaan data pemakai Facebook.

Jemy menuliskan dalam waktu 14 bulan tersebut, ICO mengerahkan 40 orang untuk menganalisis 172 organisasi yang diminati, mewawancarai lebih dari 100 orang dan sudah mengidentifikasi 285 individu.

Dilansir dari Telegraph, ICO menggelontorkan duit yang tidak sedikit dalam penyelidikan ini, yakni 1,4 juta poundsterling atau selama Rp25,7 miliar. Jemy menuliskan Indonesia memerlukan pengawas yang beraksi seperti ICO.

"Masyarakat Indonesia tentunya mengharapkan pengawas dan pengendali pelaksana sistem elektronik Indonesia dapat pro aktif laksana di Inggris," kata Jemy.

Seperti yang diketahui, Facebook mangkir sidang perdana yang dilangsungkan pada Selasa (21/8) dengan dalil kesalahan penyebutan nama Facebook Indonesia yang seharusnya ditulis PT Facebook Consulting Indonesia.

Sidang gugatan class action ini dikemukakan Executive Director dan Chief of Communication Indonesia ICT Institute (IDICTI), Heru Sutadi dan Kamilov Sagala dari Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia (LPPMII).

Sekian artikel saya tentang Penggugat Facebook Colek Kedubes Inggris karena SIdang Ditunda semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Penggugat Facebook Colek Kedubes Inggris karena SIdang Ditunda"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel