Indonesia Menjadi Lahan Basah Mata Uang Kripto

Indonesia Menjadi Lahan Basah Mata Uang Kripto - Populasi Indonesia sejumlah 265 juta jiwa sering menjadi pasar potensial, tergolong untuk perniagaan mata duit kripto (cryptocurrency).


Chief executive officer Coinhako, Yusho Liu menuliskan basahnya lahan Indonesia ditandai dengan bertambahnya volume perniagaan mata duit kripto yang masuk pada peringkat 20 teratas berhubungan volume transaksi mata duit kripto di dunia.

"Indonesia mempunyai 265 juta penduduk, baru satu juta orang yang memperdagangkan Bitcoin dan Rupiah. Dengan jumlah satu juta saja, Indonesia masuk sedang di peringkat 20 teratas di dunia berhubungan voume perdangangan duit kripto. Jadi saya pikir terdapat potensi perniagaan uang kripto." kata Yusho di area Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (2/8).

Berdasarkan data dari Coinhilss, Indonesia berada pada peringkat tiga negara sangat "doyan" mengerjakan perdagangan duit kripto. Indonesia melulu berada di belakang Jepang dan Korea.

Untuk unik perhatian semua calon pemain mata duit digital, Liu menuliskan pihaknya sebagai layanan isi kantong digital dan perusahaan pertukaran duit kripto mesti dapat menarik komisi minim dari jumlahduit konvensional yang ditukarkan ke format digital.

"Orang-orang tertarik dengan komisi yang rendah guna menukarkan duit konvensional ke digital, Coinhako sedang di angka yang rendah guna rata-rata komisi yang terdapat di pasar, yaitu satu persen. Dari harganya menarik andai di trade harganya kompetitif." ujarnya.

Pada 16 Agustus mendatang, Liu menuliskan pihaknya akan muncul di Indonesia untuk memeriahkan ekosistem perniagaan uang kripto.

Ia bercita-cita masyarakat semakin sadar dengan potensi investasi dalamf ormat mata duit kripto. Liu menuliskan Indonesia mempunyai potensi besar, melulu masyarakat masih perlu pendidikan mengenai mata duit kripto sebagai subjek komoditas atau investasi.

"Hal-hal edukasi, kami telah punya pelajaran edukasi, kami ubah ke bahasa Indonesia dan kami dorong lewat sekian banyak  media sosial. Kami mesti melakukan pendidikan karena pasar mata duit digital masih baru," ucapnya.

Sejauh ini, Coinhako sudah beroperasi di Malaysia dan Singapura denganmencapai 150 ribu pemakai dan total volume perdagangan menjangkau Rp3,176 triliun.Dalam satu tahun keberadaannya, Liu menargetkan Coinhakodapat menjangkau 500 ribu pemakai di Indonesia.

Saat ini Coinhako memperdagangkan Bitcoin dan Etherum. Ke depannya Coinhako akan meningkatkan 20 susunan kripto, diantaranya ialah Zcash (ZEC), Ziliiqa (ZIL) dan 0X (ZRX). OS dan Monero (XMR).

Sekian artikel saya tentang Indonesia Menjadi Lahan Basah Mata Uang Kripto semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Indonesia Menjadi Lahan Basah Mata Uang Kripto"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel