Kredivo Menilai Tindakan Penagihan RupiahPlus Ilegal

Kredivo Menilai Tindakan Penagihan RupiahPlus Ilegal - FinAccel, perusahaan yang mengembangkan layanan peminjaman duit daring (fintech lending) Kredivo, menyayangkan permasalahan yang sempat menjerat layanan fintech lending RupiahPlus.


CEO FinAccel Akshay Garg menuliskan tidak seharusnya RupiahPlus mengerjakan hal seperti tersebut terhadap penggunya.

"Kita jangan menelepon orang dan mengatakan, 'Hey, suruh rekan atau keluargamu menunaikan utang.' Itu sebuah kekeliruan besar, dan bahkan ilegal," ujarnya saat didatangi di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7).

Kredivo mengklaim ketentuan dan privasi pemakai adalahhal yang paling serius. Garg menegaskan bahwa perusahaannya tidak pernah berkompromi mengenai data pemakai.

Dalam mengerjakan penagihan untuk pemakai Kredivo, Garg menyatakan bahwa pemakai terlebih dahulu bakal menerima reminder otomatis untuk mengerjakan pembayaran di akun Kredivo-nya. Jika pemakai tidak mengerjakan pembayaran, maka pemakai bakal ditelepon oleh pihak Kredivo guna mengingatkan pemakai mengenai pembayarannya.

Jika dalam masa-masa 30 hari pemakai belum pun melakukan pembayaran, seorang agen lapangan akan mendatangi pemakai. Garg pun memastikan bahwa agen-agen lapangan ini ialah orang-orang yang sudah diajar untuk menagih pembayaran secara profesional dan menurut peraturan.

"Dalam segala urusan yang kami lakukan, kami tidak sembarangan melakukannya. Kami bekerja cocok dengan standar bank dan lembaga peminjaman terbaik. Kami mempunyai standar yang paling ketat mengenai bagaimana kami beroperasi," tuturnya.

Jika disaksikan dari model bisnis, RupiahPlus dan Kredivo memang mempunyai model peminjaman yang berbeda. RupiahPlus menawarkan peminjaman langsung dari dana perusahaan, sementara Kredivo mempunyai sistem peer-to-peer lending yang memfasilitasi pemakai guna meminjam duit dari pihak lain melewati platformnya.

Sebelumnya, layanan fintech lending RupiahPlus sempat terjerat permasalahan bersangkutan proses penagihan pembayaran terhadap pemakai. Beberapa oknum penagih mengerjakan pelanggaran-pelanggaran terhadap Prosedur Standar Operasional (SOP).

Mencuatnya kabar ini menyusul keluhan masyarakat tentang penagihan layanan peminjaman duit secara online lewat susunan kontak peminjam. RupiahPlus sebelumnya mengakui andai pihaknya mengakses susunan kontak, lokasi, kamera, dan pesan singkat peminjam.

Sekian artikel saya tentang Kredivo Menilai Tindakan Penagihan RupiahPlus Ilegal semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kredivo Menilai Tindakan Penagihan RupiahPlus Ilegal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel